Aku tahu memang tak akan mudah untuk
melupakanmu, aku tahu memang akan butuh waktu lama untuk menghapus bayangmu, tapi
aku akan tetap berusaha untuk itu. Kau tahu apa alasanku untuk melakukan itu? kau
tahu apa alasanku ketika aku ingin menjauhimu? dan apa kau tahu alasanku ketika
aku pergi dan melupakanmu? jawabannya hanya satu “aku hanya ingin kau bahagia, dengan segala macam pilihan dalam hidupmu,
dengan segala macam keinginan dalam benakmu, karena aku tak ingin menjadi
penghalang kebahagiaanmu, aku melepasmu karena aku menyayangimu”
Kau tahu? betapa sakit ketika aku melakukan
itu semua? betapa aku ingin lari dan menjauh dari mimpi buruk ini. Aku mungkin
akan gila setelah ini, karena aku melepaskan satu-satunya alasan kenapa aku
masih ingin bernafas sampai saat sekarang ini. Orang lain mungkin menganggapku
bodoh ketika aku harus mengorbankan kebahagiaanku demi orang lain, tapi aku tak
pernah menganggap bahwa itu semua adalah tindakan bodoh, itu benar, aku
membiarkan orang yang ku cintai bahagia dengan pilihannya sendiri, dan itu
berarti aku tidak egois.
Terkadang aku sempat berfikir dalam diam, menangis
dalam angan dan berkhayal akan datangnya sebuah kebahagiaan, tapi sepertinya
itu akan sia-sia, sampai pada akhirnya aku sadar, bahwa TUHAN belum memberiku kebahagiaan.
Apa TUHAN pernah memberitahumu tetang permintaan bodohku? apa hatimu pernah
berbisik kepada akal sehatmu bahwa aku sangat ingin kita bersama? apa pernah? apa
pernah?
Kau ingin tahu apa Permintaanku pada TUHAN, ketika
aku sangat-sangat lelah akan semua ini, ketika aku benar-benar bosan dengan
keadaan ini, dalam lirihku aku berbisik...
”TUHAN.. bolehkah
aku bersikap egois sekali saja dalam hidupku? bolehkah aku merebutnya kembali?
Bolehkah aku bersamanya lagi? bolehkah kau biarkan aku dan dia akan bersama
selamanya? menjalin cerita indah berdua, saling tertawa, memberikan kenangan
terindah dan membiarkan tangan kami bertaut satu sama lain? TUHAN bolehkah? bolehkah
aku meminta itu darimu? bolehkah aku meminta itu sekarang? TUHAN aku ingin
sekarang.. sekarang.. sekarang..”
tuhan akan menggantikan yg lebih baik dan saling menghargai satu sama lain....
BalasHapuskarena Cinta itu berjuang bersama, bukan sendiri :))
BalasHapus