Minggu, 28 Desember 2014

Bertahan Pada Pilihan

Pada awalnya semua orang bangga dengan pilihannya..
Tapi pada akhirnya tidak semua orang setia dengan pilihannya..
Saat ia sadar yang dipilih mungkin tidak sepenuhnya seperti yang diimpikan..
Sulit memang bertahan pada pilihan..

Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihan..
Tapi untuk bertahan pada pilihan tersebut, butuh waktu yang lama
Mungkin harus menghabiskan sisa usia yang dimiliki..

Itu Dulu!

CINTA itu kamu yang dulu

SAYANG itu kamu yang dulu

MANJA itu kamu yang dulu

LUCU itu kamu yang dulu

PERHATIAN itu kamu yang dulu

Semua itu kamu yang dulu, beda dengan yang sekarang

Sekarang kamu EGOIS, selalu mementingkan dirimu sendiri, kamu tidak menganggapku ada, bahkan bayanganku pun tak kamu anggap. Ada apa denganmu selalu dan selalu seperti ini, kamu biarkan aku sendiri, sendiri ditemani waktu yang terus berputar tanpa kamu disisiku.

Apa kamu tidak CINTA lagi denganku?

Apa kamu tidak SAYANG lagi denganku?

Apa kamu BOSAN denganku?

Tolong jangan seperti ini, jangan biarkan nafasku terhenti karena tak ada kamu disisiku

Tanpamu aku gundah sayang...

Tanpamu aku sedih sayang...

Tanpamu aku sakit sayang...

Aku mohon sekali ini saja, jangan seperti ini...

Aku mohon sayang...

Aku mohon...

Aku hancur karenamu...

Berubah!

Kamu BERUBAH, semua yang ada di dalam dirimu berubah menjadi dingin dan kaku, menjadi orang yang tidak aku kenal, menjadi orang lain, bukan dirimu yang ada di dalamnya. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kamu berubah, berubah secara tiba-tiba, membuatmu seperti orang asing bagiku.

Apa yang kamu fikirkan? Apa yang kamu rasakan? Sampai-sampai kamu berubah seperti ini, menjadi diri orang lain yang tak aku kenal.

Apa aku melakukan kesalahan kepadamu?

Apa aku melakukan hal yang sangat bodoh, sehingga membuat mu malu?

Atau jangan-jangan kamu seperti ini karena kamu ingin menjauhiku?

Dengan caramu seperti ini tidak akan menyurutkan harapan dan impianku untuk bersamamu.
Dengan perubahanmu menjadi dingin dan kaku, menjadi orang lain yang tidak aku kenal, atau menjadi apapun itu, bukan penghalang bagiku untuk tetap berada disisimu

Jadi jangan seperti itu lagi, karena semua yang kamu lakukan akan SIA-SIA :)

"Ige Mwoyeyo?"

Senyum itu.... ya aku masih ingat, tergambar jelas dibenakku, terekam detik-demi detik dengan sangat jelas "Aku sayang kamu:* " kata itu yang pertama kali diucapkan bibirku saat otakku memutar seberkas memori kenangan masa lalu. genggaman tanganmu masih terasa hangat ditanganku, seakan-akan baru tadi kau menggenggap tanganku.

"itu adalah memoriku dulu, tapi kenapa masih saja ada airmata yang perlahan menetesdari mata ini, kenapa dada ini sesak, kenapa susah sekali untuk bernafas?" berkali-kali aku coba untuk menenangkan diri, mengatur pernafasan setiapkali aku mengeluarkan udara dari hidungku dan mencari-cari alasan kenapa aku masih saja seperti ini.

"mungkin karena aku Membencinya" bukan bukan itu yang menjadi alasannya! "aku masih mencintainya, apa iya?" berkali-kali aku mencoba berfikir, mencari-cari jawaban disetiap celahnya. "apa aku sudah mulai Gila?" pertanyaan-pertanyaan bodoh terus saja bermunculan difikiranku, "Ya Tuhan apa ini??? aku mohon hentikan sekarang, aku tak mau mengulanginya, aku mohon hentikan sekarangg, akhiri ini, aku tak mau mengingatnya kembali:'(" berkali-kali aku berteriak memohon kepada tuhan agar menghentikan ini semua, tapi sia-sia. semakin aku berteriak semakin tangisku menjadi-jadi "aku memang sudah Gila!!!"

Jumat, 24 Oktober 2014

Bunga Pertama dari Lelaki Terakhir.


“happy anniv sayang” sembari menyodorkan Bunga mawar putih, merah muda yang dibungkus dan dihias sedemikian rapi dan cantiknya, ”gomaweo oppa” Wajahku bersemu merah seketika, membuatku terkejut dan membuat jantungku berdetak diatas normal. Bunga ini menjadi bunga pertama yang aku terima dari seorang lelaki yang akan   
                                                                        menjadi lelaki terakhir dalam hidupku.

“Mian ne Oppa… jeongmal mian ne… aku tidak bisa selalu ada untukmu. Yang bisa aku lakukan hanya Merindukanmu dalam diam, menyayangimu dalam jauh, miane oppa... Terima kasih untuk tinta warna warni yang kau goreskan dalam lebar hidupku, terima kasih untuk Cinta dan Kasih Sayang, terima Kasih untuk Kenyamanan yang kau tumpahkan, Terima kasih untuk Peluk Kehangatan, terima kasih untuk Waktu yang kau luangkan, terima kasih untuk senyum semangatmu, terimakasih telah mengajariku banyak hal, tentang airmata dan senyuman, tentang keegoisan dan keikhlasan, dan tentang arti sebuah pengorbanan, terimakasih... terimakasih atas kebahagiaan kecil yang kau berikan setiap harinya, dan terima kasih telah menjadi alasan kenapa aku harus bernafas dan hidup sampai sekarang Love You :* Aku menyayangimu sekarang dan selamanya :)” lirihku dalam hati sembari memandang lelaki yang aku cintai. - L.Khobir Farokie & Tri Handari W.P

Minggu, 06 April 2014

Mereka tak pernah salah...



Orang bilang aku adalah orang terbodoh karena cinta, orang bilang aku gila karena cinta. Entah berapa banyak orang mencibirku karena aku masih menunggu janji yang tak pernah kunjung datang, aku tak menyalahkan mereka sedikitpun tak akan pernah menyalahkan mereka karena mereka tak pernah tau apa yang sebenarnya hatiku rasakan dan apa sebenarnya hatiku inginkan.

*Flashback
 
“Banyak yang lebih dari dia, lantas kenapa kamu masih menunggunya dan berharap dia kembali, heyy... bangun dari tidurmu, ini dunia nyata!” ucap sahabatku dengan menunjuk-nunjuk mukaku, dengan senyum aku menjawab “apa aku salah? Apa dengan aku menunggu dia adalah satu hal yang merugikanmu?” dia kembali suara “bukan aku yang kau rugikan, tapi mereka!” “mereka?” tanyaku, “iya… mereka yang menyukaimu?” jawabnya sambil meng-angguk anggukkan kepalanya, “apa yang membuat mereka merugi?” tanyaku tanyaku menataplurus kearah sahabatku itu, dia terdiam cukup lama “aku tak tau” suaranya kembali muncul. “aku tak pernah merugikanmu dan bahkan aku tak pernah merugikan orang lain dengan penantianku ini, kalau pun mereka merasa merugi dengan sikapku, aku minta maaf  yang sebesar-besarnya” jawabku panjang lebar, “aaahhh sudahlah, memang susah berbicara dengan orang yang sedang jatuh cinta sepertimu!” jawabnya sambil membelakangiku, aku hanya bisa menanggapinya dengan senyum manisku.

percakapan sore itu masih teringat dengan jelas di memori otakku. Entah sampai kapan aku seperti ini, menjadi bahan cemo’ohan orang karena menunggumu, entah sampai kapan pula aku harus bersikap dingin kepada setiap lelaki yang mendekatiku… aku hanya ingin menunggu menunggu dan menunggu untukmu, untukku dan untuk kita kelak :')

Pintaku : Tuhan biarkan rasaku ini terus seperti ini, merasa  bahagia meski harus menunggu begitu lama, Tuhan biarkan rasaku seperti dalam keadaan seperti ini, merasa bahagia walau janjinya mungkin akan terlupa, Tuhan jadikan aku orang yang tak pernah mengeluh akan semua keputusanmu atau penantian ini dan Tuhan beri aku ketabahan disetiap cemo’ohan, amarah, ke-egoisan dan hinaan dari mereka, karena aku tau mereka tak pernah salah…

Sabtu, 22 Maret 2014

Doaku...



Doaku…
 “Ya Allah berikan aku kelancaran disetiap urusanku, tuntunlah aku kejalan yang engkau ridhoi, jagalah aku dalam setiap tindakanku, marahi aku saat aku melanggar perintahmu, dan maafkan aku saat aku membuat kesalahan”

Untuk keluarga dan kedua orang tuaku :
“Ya Allah lindumgi keluargaku, lindungi kedua orang tuaku, lindungi adik dan kaka kaka ku, beri mereka kedamaian, kesehatan dan umur yang panjang, beri kedua orang tuaku rezeki yang berlimpah, rezeki yang halal dan barokah, dan selalu beri kelancaran kepada seluruh keluargaku”

Untuk mereka orang-orang yang aku sayangi :
          “Ya Allah sayangilah mereka(orang-orang yang aku sayangi) lindungilah mereka dan berikan kedamaian dalam hati maupun disetiap harinya, ucapkan padanya ‘Aku menyanyangi mereka, sangat menyayangi mereka, tak pedulu seberapa jauh mereka, tak peduli seberapa rapuhnya mereka, tak peduli seberapa hinanya mereka diantara manusia-manusia yang lain, aku tetap Menyayanginya:*’”

Untuk meraka orang-orang yang baik kepadaku :
          “Ya Allah beri mereka(orang-orang yang baik kepadaku) kesabaran dan ketulusan dalam setiap perbuatannya, ucapkan terimakasihku atas segala sesuatu yang mereka berikan kepadaku, pertolongan bahkan ketulusan hatinya, beri mereka kelancaran dalam setiap urusan mereka. Orang baik pasti akan mendapatkan yang baik pula”

Untuk mereka orang-orang yang menyakitiku :
“Ya Allah beri mereka(orang-orang yang menyakitiku) kedamaian hati, beri mereka maaf atas segala yang mereka telah perbuat kepadaku bahkan kepada orang lain, tunjukkan mereka jalan yang benar, ingatkanlah mereka bahwa perlakuannya tidaklah benar bagi orang itu dan bagimu, lindungi mereka dari sifat-sifat yang dusta, munafik dan dekatkanlah mereka dengan skap yang jujur dan tolong menolong”

Terimakasih :
          “Ya Allah aku berterimakasih atas segala yang engkau berikan kepadaku selama ini, Ya Allah terimakasih atas hidup yang engkau berikan kepadaku, tak ada sedikitpun yang kurang dalam hidupkuJ terimakasih kau telah memberiku keluarga yang indah dan bahagia, orang tua yang menyayangiku, saudara-saudara yang mencintaiku dan teman-teman yang selalu ada untukku. Ya Allah aku bersyukur atas semua yang engkau berikan hari lalu, hari ini dan hari-hari yang akan datangJ

 “Ya Allah kabulkan lah doaku AMIN AMIN YA ROBBALALAMIN…”

Minggu, 16 Maret 2014

Seperti mereka(bunga-bunga)



“Hujan lagi yaa… :)” lirihku sambil menyaksikan ribuan tetes air hujan yang mulai membasahi bumi. Aku pandangi sekeliling taman samping rumah dari cendela kamarku “lihat bunga-bunga itu, indah bukan?! Mereka sedang bahagia menikmati setiap guyuran hujan dari langit, mereka seakan ingin berterimakasih atas apa yang tuhan guyurkan kala itu” lirihku sendiri. Hari ini adalah hari yang sangat istimewa, kau tau kenapa? Karena hari ini adalah hari dimana aku bisa melupakan semuanya, termasuk melupakanmu! :)

Dulu aku takut saat hujan turun karena saat-saat seperti itu adalah saat dimana ada sesuatu yang menelusup kedadaku dan itu sangat sakit sekali, dan itu semua karenamu?! Tapi… sekarang Aku tak takut lagi akan rintikan hujan dan bahkan aku tak takut lagi menerobos rintikan hujan itu sendiri, aku hanya ingin seperti mereka(bunga-bunga) ditaman yang selalu bahagia saat hujan turun, menikmati setiap tetesannya membuatku merasa sangat tenang saat hujan turun, aku yakin disetiap tetesan airnya membawa beribu-ribu cerita yang berbeda.

Aku masih melamun menikmati suasana hujan yang kian lama kian deras dari candela kamarku “heyy… sedang apa kau ini?” ucap seseorang membuyarkan lamunanku yang panjang. Dia adalah sahabatku, yaa… sahabat terbaikku “sedang menikmati hujanJ” jawabku dengan senyuman “aku bangga melihat sahabatku yang satu ini” pujinya sambil tersenyum menatap lurus kearahku “yaa… aku bangga melihatmu sekarang tak takut lagi jika hujan datang, tak merasakan sesak dan sakit lagi saat tetesan hujan menyerbu” lanjutnya dengan menepuk-nepuk bahuku. Aku hanya bisa tersenyum dengan sesekali memandang wajah sahabatku yang sangat bahagia“mungkin ini saatnya aku bangkit dari mimpi buruk yang selama ini mengurungku” ucapku kapadanya “kau ini cantik… dan bahkan kau ini bisa dibilang wanita yang sempurna” pujinya sekali lagi “apa iya?” tanyaku sambil berlari kearah cermin “iyaaa.. ciuss dehh, kau ini sangat-sangat cantik, tapi……” dia memutuskan ucapannya “tapi apa????”  tanyaku penasaran “tapi…. Lebih cantikan aku, hahahahaha” jawabnya sambil tertawa lebar “kau ini sahabat macam apa sihh??!!!” ucapku  sambil memajukan bibir “masih banyak diluar sana yang jauh dan jauh lebih baik dari dia(orang yang menyakitiku) aku yakin kau bisa, karena sahabatku ini adalah wanita yang kuat:)” lanjutnya sambil tersenyum “kau adalah sahabat terbaikku, aku bersyukur tuhan telah memberiku sahabat seperti dirimu” ucapku sambil berbalik menuju cendela. Aku ingin seperti mereka(bunga-bunga) selalu bahagia dikala hujan turun:)

Senin, 10 Maret 2014

LELAH!

Bibir ini lelah, sangat-sangat lelah untuk tersenyum, bibir ini tak sanggup lagi tersenyum, bibir ini tak mau lagi tersenyum. Heyy dengar BIBIR ini tak bisa lagi tersenyum, kamu tega sangat-sangat tega membiarkan bibir ini tak tersenyum, kamu jahat sangat-sangat jahat. Pernahkah kamu pertanyakan itu di dalam hati mu? Pernahkah kamu mencari tahu alasan kenapa bibir ini tak tersenyum lagi? Pernahkah kamu-pernahkah? Tak terbesitkah di fikiranmu untuk mengembalikan senyum ini, untuk mengembalikan seperti semula?

Heyy lihat MATA ini, mata ini tak bisa berhenti menangis, mata ini ingin berhenti mengeluarkan air mata, apa kamu pernah memikirkan itu, apa kamu pernah berfikir untuk menghibur agar air mata ini tak keluar lagi?

Dengar!!! setiap hari bahkan setiap detik aku selalu memikirkanmu, merindukanmu, meneteskan air mata untukmu, menunggu untukmu, berharap untukmu, bertahan untukmu. Sempatkah terbesit itu semua difikiranmu, taukah kamu aku seperti itu? Pernahkah kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini?

TIDAK, kamu tidak pernah tau dan tak pernah memikirkan semua itu, kamu sibuk dengan dunia mu, kamu sibuk dengan segala macam urusanmu, sampai-sampai kamu lupa aku, lupa dengan janjimu.

Kenapa-kenapa seperti ini? dimana dirimu yang dulu? Dimana?

Apa aku harus kembali kemasa lalu dan hidup dimasa lalu bersama dirimu yang dulu?

Dengar dan lihat aku disini, kembalikan senyumku, hentikan air mataku, bisa kah itu? Bisa kah? Tolong jawab jangan diam saja, jawab.... bisa kah kamu melakukan itu?

Kamu jahat sangat-sangat jahat membiarkan aku seperti ini, membiarkan air mata ini terus keluar, membiarkan aku terpaksa tersenyum, bersandiwara seperti tak terjadi apa –apa.

Tuhan... aku ingin bersamanya...

Tuhan aku tahu, aku mengerti, dia bukan untukku
tapi tuhan izinkan aku memilikinya
menjadi bagian dalam hidupnya
menjadi sesuatu yang dia cari disetiap nafasnya
mengisi satu file yang ada dimemori otaknya, meskipun pada akhirnya aku tahu bahwa itu tak akan selamanya......

Tuhan aku tahu aku salah, aku tahu itu
tapi tuhan aku mohon, aku mohon izinkan aku menjadi bagian dalam hidupnya
menjadi bagian yang ia cintai
beri aku waktu tuhan, beri aku waktu utuk bersamanya
mengisi setiap memori yang ada dibenaknya walau hanya sebentar, walau hanya satu menit bersamanya.....

Tuhan aku ingin bersamanya......

Mereka



Mereka ada
Mereka  disekitar kita
Mereka  cacat
Mereka rapuh
Bahkan di antara mereka tak punya orang tua
Mereka  butuh kita
Tapi...
Mereka tak pernah mengeluh
Mereka tak pernah sedih
Mereka selalu tersenyum
Mereka tak pernah putus asa
Mereka tak pernah meminta
Mereka berjuang  sendiri
Sadarkah kau
Kau terlahir sempurna, tak seperti mereka
Kau punya segalanya..

tapi mereka?
Tapi mereka cacat...
Tak punya tangan
Tak punya kaki
Tak bisa mendengar
Tak bisa melihat
Tapi kau, kenapa..
Selalu mengeluh
Mengeluh
Mengeluh
Dan mengeluh

Lihat mereka..
Belajarlah untuk bersyukur
Belajarlah untuk tetap tersenyum
Belajarlah untuk tetap menghargai
Kita bisa , bahkan melebihi mereka....