Sabtu, 22 Maret 2014

Doaku...



Doaku…
 “Ya Allah berikan aku kelancaran disetiap urusanku, tuntunlah aku kejalan yang engkau ridhoi, jagalah aku dalam setiap tindakanku, marahi aku saat aku melanggar perintahmu, dan maafkan aku saat aku membuat kesalahan”

Untuk keluarga dan kedua orang tuaku :
“Ya Allah lindumgi keluargaku, lindungi kedua orang tuaku, lindungi adik dan kaka kaka ku, beri mereka kedamaian, kesehatan dan umur yang panjang, beri kedua orang tuaku rezeki yang berlimpah, rezeki yang halal dan barokah, dan selalu beri kelancaran kepada seluruh keluargaku”

Untuk mereka orang-orang yang aku sayangi :
          “Ya Allah sayangilah mereka(orang-orang yang aku sayangi) lindungilah mereka dan berikan kedamaian dalam hati maupun disetiap harinya, ucapkan padanya ‘Aku menyanyangi mereka, sangat menyayangi mereka, tak pedulu seberapa jauh mereka, tak peduli seberapa rapuhnya mereka, tak peduli seberapa hinanya mereka diantara manusia-manusia yang lain, aku tetap Menyayanginya:*’”

Untuk meraka orang-orang yang baik kepadaku :
          “Ya Allah beri mereka(orang-orang yang baik kepadaku) kesabaran dan ketulusan dalam setiap perbuatannya, ucapkan terimakasihku atas segala sesuatu yang mereka berikan kepadaku, pertolongan bahkan ketulusan hatinya, beri mereka kelancaran dalam setiap urusan mereka. Orang baik pasti akan mendapatkan yang baik pula”

Untuk mereka orang-orang yang menyakitiku :
“Ya Allah beri mereka(orang-orang yang menyakitiku) kedamaian hati, beri mereka maaf atas segala yang mereka telah perbuat kepadaku bahkan kepada orang lain, tunjukkan mereka jalan yang benar, ingatkanlah mereka bahwa perlakuannya tidaklah benar bagi orang itu dan bagimu, lindungi mereka dari sifat-sifat yang dusta, munafik dan dekatkanlah mereka dengan skap yang jujur dan tolong menolong”

Terimakasih :
          “Ya Allah aku berterimakasih atas segala yang engkau berikan kepadaku selama ini, Ya Allah terimakasih atas hidup yang engkau berikan kepadaku, tak ada sedikitpun yang kurang dalam hidupkuJ terimakasih kau telah memberiku keluarga yang indah dan bahagia, orang tua yang menyayangiku, saudara-saudara yang mencintaiku dan teman-teman yang selalu ada untukku. Ya Allah aku bersyukur atas semua yang engkau berikan hari lalu, hari ini dan hari-hari yang akan datangJ

 “Ya Allah kabulkan lah doaku AMIN AMIN YA ROBBALALAMIN…”

Minggu, 16 Maret 2014

Seperti mereka(bunga-bunga)



“Hujan lagi yaa… :)” lirihku sambil menyaksikan ribuan tetes air hujan yang mulai membasahi bumi. Aku pandangi sekeliling taman samping rumah dari cendela kamarku “lihat bunga-bunga itu, indah bukan?! Mereka sedang bahagia menikmati setiap guyuran hujan dari langit, mereka seakan ingin berterimakasih atas apa yang tuhan guyurkan kala itu” lirihku sendiri. Hari ini adalah hari yang sangat istimewa, kau tau kenapa? Karena hari ini adalah hari dimana aku bisa melupakan semuanya, termasuk melupakanmu! :)

Dulu aku takut saat hujan turun karena saat-saat seperti itu adalah saat dimana ada sesuatu yang menelusup kedadaku dan itu sangat sakit sekali, dan itu semua karenamu?! Tapi… sekarang Aku tak takut lagi akan rintikan hujan dan bahkan aku tak takut lagi menerobos rintikan hujan itu sendiri, aku hanya ingin seperti mereka(bunga-bunga) ditaman yang selalu bahagia saat hujan turun, menikmati setiap tetesannya membuatku merasa sangat tenang saat hujan turun, aku yakin disetiap tetesan airnya membawa beribu-ribu cerita yang berbeda.

Aku masih melamun menikmati suasana hujan yang kian lama kian deras dari candela kamarku “heyy… sedang apa kau ini?” ucap seseorang membuyarkan lamunanku yang panjang. Dia adalah sahabatku, yaa… sahabat terbaikku “sedang menikmati hujanJ” jawabku dengan senyuman “aku bangga melihat sahabatku yang satu ini” pujinya sambil tersenyum menatap lurus kearahku “yaa… aku bangga melihatmu sekarang tak takut lagi jika hujan datang, tak merasakan sesak dan sakit lagi saat tetesan hujan menyerbu” lanjutnya dengan menepuk-nepuk bahuku. Aku hanya bisa tersenyum dengan sesekali memandang wajah sahabatku yang sangat bahagia“mungkin ini saatnya aku bangkit dari mimpi buruk yang selama ini mengurungku” ucapku kapadanya “kau ini cantik… dan bahkan kau ini bisa dibilang wanita yang sempurna” pujinya sekali lagi “apa iya?” tanyaku sambil berlari kearah cermin “iyaaa.. ciuss dehh, kau ini sangat-sangat cantik, tapi……” dia memutuskan ucapannya “tapi apa????”  tanyaku penasaran “tapi…. Lebih cantikan aku, hahahahaha” jawabnya sambil tertawa lebar “kau ini sahabat macam apa sihh??!!!” ucapku  sambil memajukan bibir “masih banyak diluar sana yang jauh dan jauh lebih baik dari dia(orang yang menyakitiku) aku yakin kau bisa, karena sahabatku ini adalah wanita yang kuat:)” lanjutnya sambil tersenyum “kau adalah sahabat terbaikku, aku bersyukur tuhan telah memberiku sahabat seperti dirimu” ucapku sambil berbalik menuju cendela. Aku ingin seperti mereka(bunga-bunga) selalu bahagia dikala hujan turun:)

Senin, 10 Maret 2014

LELAH!

Bibir ini lelah, sangat-sangat lelah untuk tersenyum, bibir ini tak sanggup lagi tersenyum, bibir ini tak mau lagi tersenyum. Heyy dengar BIBIR ini tak bisa lagi tersenyum, kamu tega sangat-sangat tega membiarkan bibir ini tak tersenyum, kamu jahat sangat-sangat jahat. Pernahkah kamu pertanyakan itu di dalam hati mu? Pernahkah kamu mencari tahu alasan kenapa bibir ini tak tersenyum lagi? Pernahkah kamu-pernahkah? Tak terbesitkah di fikiranmu untuk mengembalikan senyum ini, untuk mengembalikan seperti semula?

Heyy lihat MATA ini, mata ini tak bisa berhenti menangis, mata ini ingin berhenti mengeluarkan air mata, apa kamu pernah memikirkan itu, apa kamu pernah berfikir untuk menghibur agar air mata ini tak keluar lagi?

Dengar!!! setiap hari bahkan setiap detik aku selalu memikirkanmu, merindukanmu, meneteskan air mata untukmu, menunggu untukmu, berharap untukmu, bertahan untukmu. Sempatkah terbesit itu semua difikiranmu, taukah kamu aku seperti itu? Pernahkah kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini?

TIDAK, kamu tidak pernah tau dan tak pernah memikirkan semua itu, kamu sibuk dengan dunia mu, kamu sibuk dengan segala macam urusanmu, sampai-sampai kamu lupa aku, lupa dengan janjimu.

Kenapa-kenapa seperti ini? dimana dirimu yang dulu? Dimana?

Apa aku harus kembali kemasa lalu dan hidup dimasa lalu bersama dirimu yang dulu?

Dengar dan lihat aku disini, kembalikan senyumku, hentikan air mataku, bisa kah itu? Bisa kah? Tolong jawab jangan diam saja, jawab.... bisa kah kamu melakukan itu?

Kamu jahat sangat-sangat jahat membiarkan aku seperti ini, membiarkan air mata ini terus keluar, membiarkan aku terpaksa tersenyum, bersandiwara seperti tak terjadi apa –apa.

Tuhan... aku ingin bersamanya...

Tuhan aku tahu, aku mengerti, dia bukan untukku
tapi tuhan izinkan aku memilikinya
menjadi bagian dalam hidupnya
menjadi sesuatu yang dia cari disetiap nafasnya
mengisi satu file yang ada dimemori otaknya, meskipun pada akhirnya aku tahu bahwa itu tak akan selamanya......

Tuhan aku tahu aku salah, aku tahu itu
tapi tuhan aku mohon, aku mohon izinkan aku menjadi bagian dalam hidupnya
menjadi bagian yang ia cintai
beri aku waktu tuhan, beri aku waktu utuk bersamanya
mengisi setiap memori yang ada dibenaknya walau hanya sebentar, walau hanya satu menit bersamanya.....

Tuhan aku ingin bersamanya......

Mereka



Mereka ada
Mereka  disekitar kita
Mereka  cacat
Mereka rapuh
Bahkan di antara mereka tak punya orang tua
Mereka  butuh kita
Tapi...
Mereka tak pernah mengeluh
Mereka tak pernah sedih
Mereka selalu tersenyum
Mereka tak pernah putus asa
Mereka tak pernah meminta
Mereka berjuang  sendiri
Sadarkah kau
Kau terlahir sempurna, tak seperti mereka
Kau punya segalanya..

tapi mereka?
Tapi mereka cacat...
Tak punya tangan
Tak punya kaki
Tak bisa mendengar
Tak bisa melihat
Tapi kau, kenapa..
Selalu mengeluh
Mengeluh
Mengeluh
Dan mengeluh

Lihat mereka..
Belajarlah untuk bersyukur
Belajarlah untuk tetap tersenyum
Belajarlah untuk tetap menghargai
Kita bisa , bahkan melebihi mereka....

Sabtu, 08 Maret 2014

karena Kamu!



Kamu tau berapa juta hingga triliunan tetes air mata yang aku produksi dalam setiap harinya?
Kamu tau berapa keras volume suara yang aku keluarkan untuk berteriak saat memanggil namamu?
Kamu tau berapa jam aku sia-siakan waktuku hanya untuk memikirkanmu?
Kamu tau seberapa besar pengorbananku untukmu?

Itu semua untukmu dan karena kamu aku seperti itu, tapi kamu tak pernah sadar seberapa besar apa yang aku lakukan untukmu, untuk bertahan disisimu. Tolong mengerti aku, jangan hanya aku yang harus mengerti kamu.


Lihat-lihat aku menangis, aku menangis karena aku merindukanmu, tapi kamu tak pernah menghapus sedikitpun airmata yang menetes di pipiku.

Dengarkan suaraku, dengarkan teriakanku saat aku memanggilmu, tapi kamu terus saja berjalan, bahkan tak pernah menoleh sedikitpun kearahku.




Aku seperti ini KARENA KAMU!!!

KAMU!



Kamu mungkin bukan salah satu orang yang terpenting dalam hidupku,kamu juga mungkin bukan orang yang pernah memberiku memori terindah dalam hidupku.Tapi kenapa bayangmu selalu berputar dalam otakku,memenuhi segala macam file-file yang ada di dalamnya,sehingga tak ada satupun memori dengan orang lain yang tersimpan dalam otakku.

Lalu siapa kamu?Apa diotakku namamu adalah file terpenting yang benar-benar tak bisa terhapus dalam otakku, yang dilindungi oleh berbagai macam sandi yang rumit yang aku sendiri bahkan tidak dapat menemukan sandi itu.Aku tahu kamu adalah memoriku dulu dan aku juga tahu,aku tak akan menghapus semua memori tentangmu dulu.

 Sebegitu pentingnya kah kamu?sebegitu beratinya kah dirimu dihidupku dan sebegitu pentingkah namamu dalam memori otakku?Aku tahu tentang satu hal bahwa setiap memori tercipta memang bukan untuk dilupakan.Tapi untuk dikenang dan dijadikan sebuah pelajaran.Tapi memori tentangmu begitu menyiksaku,membuatku semakin tersiksa karena tak bisa memilikimu,membuatku semakin terlarut dalam khayal bersamamu :”

Jika memang aku benar-benar tak berarti dalam hidupmu,jangan beriku harap seakan kau menginginkanku,jangan beriku ruang yang membuatku semakin jatuh kedalam.Aku tau satu hal dalam hidup,semua tak bisa berjalan seperti yang aku inginkan,semuanya perlahan akan hilang,jauh dan berubah menurut setiap dimensi waku yang terus berputar.

Yang tau betapa rapuhnya aku saat ini? TUHAN
yang tau betapa aku ingin jatuh saat ini? TUHAN
yang tau alasan air mataku menetes saat ini? TUHAN
yang tau betapa ingin aku menjerit saat ini? TUHAN
ya hanya TUHAN...
Hanya TUHAN yang tau...