Sabtu, 01 Maret 2014

Tuhan bolehkah Aku EGOIS?!



Aku tahu memang tak akan mudah untuk melupakanmu, aku tahu memang akan butuh waktu lama untuk menghapus bayangmu, tapi aku akan tetap berusaha untuk itu. Kau tahu apa alasanku untuk melakukan itu? kau tahu apa alasanku ketika aku ingin menjauhimu? dan apa kau tahu alasanku ketika aku pergi dan melupakanmu? jawabannya hanya satu “aku hanya ingin kau bahagia, dengan segala macam pilihan dalam hidupmu, dengan segala macam keinginan dalam benakmu, karena aku tak ingin menjadi penghalang kebahagiaanmu, aku melepasmu karena aku menyayangimu

Kau tahu? betapa sakit ketika aku melakukan itu semua? betapa aku ingin lari dan menjauh dari mimpi buruk ini. Aku mungkin akan gila setelah ini, karena aku melepaskan satu-satunya alasan kenapa aku masih ingin bernafas sampai saat sekarang ini. Orang lain mungkin menganggapku bodoh ketika aku harus mengorbankan kebahagiaanku demi orang lain, tapi aku tak pernah menganggap bahwa itu semua adalah tindakan bodoh, itu benar, aku membiarkan orang yang ku cintai bahagia dengan pilihannya sendiri, dan itu berarti aku tidak egois.

Terkadang aku sempat berfikir dalam diam, menangis dalam angan dan berkhayal akan datangnya sebuah kebahagiaan, tapi sepertinya itu akan sia-sia, sampai pada akhirnya aku sadar, bahwa TUHAN belum memberiku kebahagiaan. Apa TUHAN pernah memberitahumu tetang permintaan bodohku? apa hatimu pernah berbisik kepada akal sehatmu bahwa aku sangat ingin kita bersama? apa pernah? apa pernah?

Kau ingin tahu apa Permintaanku pada TUHAN, ketika aku sangat-sangat lelah akan semua ini, ketika aku benar-benar bosan dengan keadaan ini, dalam lirihku aku berbisik...
”TUHAN.. bolehkah aku bersikap egois sekali saja dalam hidupku? bolehkah aku merebutnya kembali? Bolehkah aku bersamanya lagi? bolehkah kau biarkan aku dan dia akan bersama selamanya? menjalin cerita indah berdua, saling tertawa, memberikan kenangan terindah dan membiarkan tangan kami bertaut satu sama lain? TUHAN bolehkah? bolehkah aku meminta itu darimu? bolehkah aku meminta itu sekarang? TUHAN aku ingin sekarang.. sekarang.. sekarang..”

2 komentar:

  1. tuhan akan menggantikan yg lebih baik dan saling menghargai satu sama lain....

    BalasHapus
  2. karena Cinta itu berjuang bersama, bukan sendiri :))

    BalasHapus