Jumat, 28 Februari 2014

Belajar dari Hujan

Aku suka HUJAN, karena dari hujan aku belajar tentang keikhlasan dan kesabaran, kenapa seperti itu?

Hujan itu ikhlas selalu menerima apa yang diberikan tuhan kepadanya. Buktinya dimanapun hujan dijatuhkan, entah itu di padang rumput, di gedung yang tinggi, bahkan diselokan-selokan jalan,dan kapan pun itu, hujan selalu siap, hujan selalu menerimanya, hujan tak pernah protess akan semua yang dikehendaki tuhan, hujan juga tak pernah memusuhi tuhan karena telah dijatuhkan ke selokan-selokan yang kotor.

Hujan itu sabar, hujan tak pernah marah dengan tuhan, karena terlalu lama tidak di turunkan, hujan selalu menunggu dan menunggu dengan sabar sampai tuhan menyuruhnya untuk turuh menjadi tetesan air.

Dan dari pelangi hujan menunjukkan kalau ia sangat bahagia dan sangat senang ditempatkan dimanapun dan kapanpun tuhan mau.

Itulah HUJAN selalu ikhlas dan sabar atas semua yang dilakukan tuhan kepadanya:))

Kamis, 27 Februari 2014

Malam panjang

Malam ini serasa sangat panjang (lamunku sebentar). Aku bangkit dari tempat tidurku, duduk manis dikursi kesayanganku, kuayun-ayunkan pensil 2B itu sembari tanganku bergoyang diatas buku diaryku :

*25 Maret 2006
Dear diary : "Entah mengapa malam ini tak memihakku, bahkanjam dindingpun serasa berjalan sangat dan sangat lambat, seperti ada yang menahan jarumnya untuk bergerak. Entah mengapa mata ini tak bisa terpesam dan entah mengapa hati ini sangat gelisah?!"
Tarian pensilku berhenti sejenak, mataku tertuju pada satu foto yang sangat indah dihiasi bunga-bunga kering dipinggirannya dan bertuliskan 'I LOVE YOU' pada bawahnya, kau tau foto apa itu? foto kita.. yaa foto kita berpelukan mesra dengan backgroun menara eiffelyang menjulangtinggi. Ku acak kasar rambutku, mata inimulai menetersakan airmata, sembari meremas-remas dada ini "Ohh Tuhan rasanya sakit dada ini jika aku mengingatnya..." Aku lanjutkan tulisanku dengan nada tak beraturan seperti orang asma.
"Sayang kenapa harus berakhir seperti ini? Aku mencintaimu lebih dari apapun, aku mencintaimu melebihi cintaku pada diriku sendiri" lagi dan lagi mataku menetersakan airmata tanpa seizinku, tak kuat lagi tanganku untuk menuliskan isi hati ini. Kuayunkan tanganku kearah foto yang sedari tadi aku pandang dengan mata lebam penuh airmata, kuambil dan kupeluk erat foto itu "Sampai kapan aku harus seperti ini, menangis karena merindukanmu dan tertawa sepertioranggila saat menganang kenangan indah bersamamu" kali ini tubuhku mulai lemas tak bertulang, kujatuhkan badanku kelantai dan mulai menikmati hawa dingin yang menusuk tulang belulangku, diselingi dengandesiran angin yang perlahan mulai memeluk tubuhku "Sampai kapan aku harus hidup dibawah bayanganmu" ku telungkupkan kakiku kupeluk erat seerat hawa dingin yang memeluk tubuhku dan menangis dalam diam.