In shaa allah jika Allah mengendaki "Assalamu'alaikum" akan bertemu degan "Wa'alaikum salam" terucap masing-masing dengan ujung bibir tertarik keatas...
In shaa allah jika Allah mengendaki "Assalamu'alaikum" akan bertemu degan "Wa'alaikum salam" terucap dengan tatapan mata yang enggan melepaskan satu sama lain, tatapan yang saling berharap satu sama lain...
In shaa allah jika Allah mengendaki "Assalamu'alaikum" akan bertemu degan "Wa'alaikum salam" terucap dengan tangan berjabat satu sama lain tak ingin lepas...
In shaa allah jika Allah mengendaki "Assalamu'alaikum" akan bertemu degan "Wa'alaikum salam" terucap dengan indah dan merduya, mewakili betapa cantik dan gagahnya sepasang manusia yang dilanda asmara dengan cumbu yang menggebu-gebu...
In shaa allah jika Allah mengendaki "Assalamu'alaikum" akan bertemu degan "Wa'alaikum salam" terucap dari lubuk hati terdalam, dengan pompaan jantung diatas normal, dag dig dug dag dig dug enggan berhenti, melantunkan lagu bahwa aku tulus mencintaimu...
In shaa allah jika Allah mengendaki "Assalamu'alaikum" akan bertemu degan "Wa'alaikum salam" terucap dari jiwa dan raga...
Nanti... In shaa allah jika Allah meghendaki... kamu perempuan kesayangan Allah dengan segala Rahmat-Nya, kamu perempuan tangguh dengan segala limpahan Berkah-Nya, kamu perempuan tercantik yang Allah ciptakan, kamu perempuan baik dan yang terbaik, dan kamu perempuan penyabar dengan segala perlakuannya...
In shaa allah jika Allah mengendaki "Assalamu'alaikum" akan bertemu degan "Wa'alaikum salam" tak akan ada yang menghentikannya
Coretan Penaku
Minggu, 21 Juni 2015
Selasa, 14 April 2015
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana aku akan memakaikan dasi merah tua menjelang acara wisudamu...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana kita berfoto bersama, kamu dengan topi togamu dan aku dengan dress sepadan denganmu...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana kamu sibuk dengan murid-muridmu dan aku dengan laporan keuanganku...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana kita bercumbu dengan sibuknya dunia yang mungkin memberi kita jarak sedikit lebih jauh...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana kita akan selalu bergandeng tangan, menikmati indahnya dunia dan melewati masa sulit kita...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana kita tak bisa lagi dipisahkan oleh apapun itu...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana semua orang akan tahu betapa utuh dan sucinya cinta kita...
Bukan sekarang tapi suatu hari nanti... Dimana kamu mengucap janji suci didepan penghulu, memakaikan cincin dijariku dan mengecup keningku...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana kita membangun rumah tangga kecil, yang berpenghuni aku kamu dan anak-anak kita...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana aku dan kamu mendengar tangis pertama dari jagoan kecil kita...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana aku benar-benar menjadi seorang ibu dan kamu menjadi seorang ayah...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana aku dan kamu menyaksikan betapa hebatnya jagoan kecil kita...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana aku dan kamu mendampingi anak kita hingga tumbuh menjadi dewasa, menjadi pria yang gagah, yang baik budi pekertinya dan yang setia kepada Tuhannya...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana kita akan menceritakan betapa indahnya masa muda kepada anak cucu kita...
Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana kita akan selalu bersama sampai rambut menjadi putih, sampai tangan membutuhkan tongkat dan sampai ajal yang memisahkan...
Dan bukan sekarang, tapi suatu hari nanti... Dimana kita akan dipertemukan disurganya Allah...
Indahnya suatu hari nanti sayang... Yang aku semogakan menjadi nyata... ~ L.KHOBIR FAROKIE & TRI HANDARI W.P
Minggu, 28 Desember 2014
Bertahan Pada Pilihan
Pada awalnya semua orang bangga dengan pilihannya..
Tapi pada akhirnya tidak semua orang setia dengan pilihannya..
Saat ia sadar yang dipilih mungkin tidak sepenuhnya seperti yang diimpikan..
Sulit memang bertahan pada pilihan..
Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihan..
Tapi untuk bertahan pada pilihan tersebut, butuh waktu yang lama
Mungkin harus menghabiskan sisa usia yang dimiliki..
Tapi pada akhirnya tidak semua orang setia dengan pilihannya..
Saat ia sadar yang dipilih mungkin tidak sepenuhnya seperti yang diimpikan..
Sulit memang bertahan pada pilihan..
Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihan..
Tapi untuk bertahan pada pilihan tersebut, butuh waktu yang lama
Mungkin harus menghabiskan sisa usia yang dimiliki..
Itu Dulu!
CINTA itu kamu yang dulu
SAYANG itu kamu yang dulu
MANJA itu kamu yang dulu
LUCU itu kamu yang dulu
PERHATIAN itu kamu yang dulu
Semua itu kamu yang dulu, beda dengan yang sekarang
Sekarang kamu EGOIS, selalu mementingkan dirimu sendiri, kamu tidak menganggapku ada, bahkan bayanganku pun tak kamu anggap. Ada apa denganmu selalu dan selalu seperti ini, kamu biarkan aku sendiri, sendiri ditemani waktu yang terus berputar tanpa kamu disisiku.
Apa kamu tidak CINTA lagi denganku?
Apa kamu tidak SAYANG lagi denganku?
Apa kamu BOSAN denganku?
Tolong jangan seperti ini, jangan biarkan nafasku terhenti karena tak ada kamu disisiku
Tanpamu aku gundah sayang...
Tanpamu aku sedih sayang...
Tanpamu aku sakit sayang...
Aku mohon sekali ini saja, jangan seperti ini...
Aku mohon sayang...
Aku mohon...
Aku hancur karenamu...
SAYANG itu kamu yang dulu
MANJA itu kamu yang dulu
LUCU itu kamu yang dulu
PERHATIAN itu kamu yang dulu
Semua itu kamu yang dulu, beda dengan yang sekarang
Sekarang kamu EGOIS, selalu mementingkan dirimu sendiri, kamu tidak menganggapku ada, bahkan bayanganku pun tak kamu anggap. Ada apa denganmu selalu dan selalu seperti ini, kamu biarkan aku sendiri, sendiri ditemani waktu yang terus berputar tanpa kamu disisiku.
Apa kamu tidak CINTA lagi denganku?
Apa kamu tidak SAYANG lagi denganku?
Apa kamu BOSAN denganku?
Tolong jangan seperti ini, jangan biarkan nafasku terhenti karena tak ada kamu disisiku
Tanpamu aku gundah sayang...
Tanpamu aku sedih sayang...
Tanpamu aku sakit sayang...
Aku mohon sekali ini saja, jangan seperti ini...
Aku mohon sayang...
Aku mohon...
Aku hancur karenamu...
Berubah!
Kamu BERUBAH, semua yang ada
di dalam dirimu berubah menjadi dingin dan kaku, menjadi orang yang
tidak aku kenal, menjadi orang lain, bukan dirimu yang ada di dalamnya.
Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kamu berubah, berubah secara
tiba-tiba, membuatmu seperti orang asing bagiku.
Apa yang kamu fikirkan? Apa yang kamu rasakan? Sampai-sampai kamu berubah seperti ini, menjadi diri orang lain yang tak aku kenal.
Apa aku melakukan kesalahan kepadamu?
Apa aku melakukan hal yang sangat bodoh, sehingga membuat mu malu?
Atau jangan-jangan kamu seperti ini karena kamu ingin menjauhiku?
Dengan caramu seperti ini tidak akan menyurutkan harapan dan impianku untuk bersamamu.
Dengan perubahanmu menjadi dingin dan kaku, menjadi orang lain yang tidak aku kenal, atau menjadi apapun itu, bukan penghalang bagiku untuk tetap berada disisimu
Jadi jangan seperti itu lagi, karena semua yang kamu lakukan akan SIA-SIA :)
Apa yang kamu fikirkan? Apa yang kamu rasakan? Sampai-sampai kamu berubah seperti ini, menjadi diri orang lain yang tak aku kenal.
Apa aku melakukan kesalahan kepadamu?
Apa aku melakukan hal yang sangat bodoh, sehingga membuat mu malu?
Atau jangan-jangan kamu seperti ini karena kamu ingin menjauhiku?
Dengan caramu seperti ini tidak akan menyurutkan harapan dan impianku untuk bersamamu.
Dengan perubahanmu menjadi dingin dan kaku, menjadi orang lain yang tidak aku kenal, atau menjadi apapun itu, bukan penghalang bagiku untuk tetap berada disisimu
Jadi jangan seperti itu lagi, karena semua yang kamu lakukan akan SIA-SIA :)
"Ige Mwoyeyo?"
Senyum itu.... ya aku masih ingat, tergambar jelas dibenakku, terekam detik-demi detik dengan sangat jelas "Aku sayang kamu:*
" kata itu yang pertama kali diucapkan bibirku saat otakku memutar
seberkas memori kenangan masa lalu. genggaman tanganmu masih terasa
hangat ditanganku, seakan-akan baru tadi kau menggenggap tanganku.
"itu adalah memoriku dulu, tapi kenapa masih saja ada airmata yang perlahan menetesdari mata ini, kenapa dada ini sesak, kenapa susah sekali untuk bernafas?" berkali-kali aku coba untuk menenangkan diri, mengatur pernafasan setiapkali aku mengeluarkan udara dari hidungku dan mencari-cari alasan kenapa aku masih saja seperti ini.
"mungkin karena aku Membencinya" bukan bukan itu yang menjadi alasannya! "aku masih mencintainya, apa iya?" berkali-kali aku mencoba berfikir, mencari-cari jawaban disetiap celahnya. "apa aku sudah mulai Gila?" pertanyaan-pertanyaan bodoh terus saja bermunculan difikiranku, "Ya Tuhan apa ini??? aku mohon hentikan sekarang, aku tak mau mengulanginya, aku mohon hentikan sekarangg, akhiri ini, aku tak mau mengingatnya kembali:'(" berkali-kali aku berteriak memohon kepada tuhan agar menghentikan ini semua, tapi sia-sia. semakin aku berteriak semakin tangisku menjadi-jadi "aku memang sudah Gila!!!"
"itu adalah memoriku dulu, tapi kenapa masih saja ada airmata yang perlahan menetesdari mata ini, kenapa dada ini sesak, kenapa susah sekali untuk bernafas?" berkali-kali aku coba untuk menenangkan diri, mengatur pernafasan setiapkali aku mengeluarkan udara dari hidungku dan mencari-cari alasan kenapa aku masih saja seperti ini.
"mungkin karena aku Membencinya" bukan bukan itu yang menjadi alasannya! "aku masih mencintainya, apa iya?" berkali-kali aku mencoba berfikir, mencari-cari jawaban disetiap celahnya. "apa aku sudah mulai Gila?" pertanyaan-pertanyaan bodoh terus saja bermunculan difikiranku, "Ya Tuhan apa ini??? aku mohon hentikan sekarang, aku tak mau mengulanginya, aku mohon hentikan sekarangg, akhiri ini, aku tak mau mengingatnya kembali:'(" berkali-kali aku berteriak memohon kepada tuhan agar menghentikan ini semua, tapi sia-sia. semakin aku berteriak semakin tangisku menjadi-jadi "aku memang sudah Gila!!!"
Jumat, 24 Oktober 2014
Bunga Pertama dari Lelaki Terakhir.
“happy anniv sayang” sembari menyodorkan Bunga mawar putih, merah muda yang dibungkus dan dihias sedemikian rapi dan cantiknya, ”gomaweo oppa” Wajahku bersemu merah seketika, membuatku terkejut dan membuat jantungku berdetak diatas normal. Bunga ini menjadi bunga pertama yang aku terima dari seorang lelaki yang akan
menjadi lelaki terakhir dalam hidupku.
“Mian ne Oppa… jeongmal mian ne… aku tidak bisa selalu ada untukmu. Yang bisa aku lakukan hanya Merindukanmu dalam diam, menyayangimu dalam jauh, miane oppa... Terima kasih untuk tinta warna warni yang kau goreskan dalam lebar hidupku, terima kasih untuk Cinta dan Kasih Sayang, terima Kasih untuk Kenyamanan yang kau tumpahkan, Terima kasih untuk Peluk Kehangatan, terima kasih untuk Waktu yang kau luangkan, terima kasih untuk senyum semangatmu, terimakasih telah mengajariku banyak hal, tentang airmata dan senyuman, tentang keegoisan dan keikhlasan, dan tentang arti sebuah pengorbanan, terimakasih... terimakasih atas kebahagiaan kecil yang kau berikan setiap harinya, dan terima kasih telah menjadi alasan kenapa aku harus bernafas dan hidup sampai sekarang Love You :* Aku menyayangimu sekarang dan selamanya :)” lirihku dalam hati sembari memandang lelaki yang aku cintai. - L.Khobir Farokie & Tri Handari W.P
Langganan:
Postingan (Atom)

