Bibir ini lelah, sangat-sangat
lelah untuk tersenyum, bibir ini tak sanggup lagi tersenyum, bibir ini
tak mau lagi tersenyum. Heyy dengar BIBIR ini tak bisa lagi tersenyum,
kamu tega sangat-sangat tega membiarkan bibir ini tak tersenyum, kamu
jahat sangat-sangat jahat. Pernahkah kamu pertanyakan itu di dalam hati
mu? Pernahkah kamu mencari tahu alasan kenapa bibir ini tak tersenyum
lagi? Pernahkah kamu-pernahkah? Tak terbesitkah di fikiranmu untuk
mengembalikan senyum ini, untuk mengembalikan seperti semula?
Heyy lihat MATA ini, mata ini tak bisa berhenti menangis, mata ini ingin berhenti mengeluarkan air mata, apa kamu pernah memikirkan itu, apa kamu pernah berfikir untuk menghibur agar air mata ini tak keluar lagi?
Dengar!!! setiap hari bahkan setiap detik aku selalu memikirkanmu, merindukanmu, meneteskan air mata untukmu, menunggu untukmu, berharap untukmu, bertahan untukmu. Sempatkah terbesit itu semua difikiranmu, taukah kamu aku seperti itu? Pernahkah kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini?
TIDAK, kamu tidak pernah tau dan tak pernah memikirkan semua itu, kamu sibuk dengan dunia mu, kamu sibuk dengan segala macam urusanmu, sampai-sampai kamu lupa aku, lupa dengan janjimu.
Kenapa-kenapa seperti ini? dimana dirimu yang dulu? Dimana?
Apa aku harus kembali kemasa lalu dan hidup dimasa lalu bersama dirimu yang dulu?
Dengar dan lihat aku disini, kembalikan senyumku, hentikan air mataku, bisa kah itu? Bisa kah? Tolong jawab jangan diam saja, jawab.... bisa kah kamu melakukan itu?
Kamu jahat sangat-sangat jahat membiarkan aku seperti ini, membiarkan air mata ini terus keluar, membiarkan aku terpaksa tersenyum, bersandiwara seperti tak terjadi apa –apa.
Heyy lihat MATA ini, mata ini tak bisa berhenti menangis, mata ini ingin berhenti mengeluarkan air mata, apa kamu pernah memikirkan itu, apa kamu pernah berfikir untuk menghibur agar air mata ini tak keluar lagi?
Dengar!!! setiap hari bahkan setiap detik aku selalu memikirkanmu, merindukanmu, meneteskan air mata untukmu, menunggu untukmu, berharap untukmu, bertahan untukmu. Sempatkah terbesit itu semua difikiranmu, taukah kamu aku seperti itu? Pernahkah kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini?
TIDAK, kamu tidak pernah tau dan tak pernah memikirkan semua itu, kamu sibuk dengan dunia mu, kamu sibuk dengan segala macam urusanmu, sampai-sampai kamu lupa aku, lupa dengan janjimu.
Kenapa-kenapa seperti ini? dimana dirimu yang dulu? Dimana?
Apa aku harus kembali kemasa lalu dan hidup dimasa lalu bersama dirimu yang dulu?
Dengar dan lihat aku disini, kembalikan senyumku, hentikan air mataku, bisa kah itu? Bisa kah? Tolong jawab jangan diam saja, jawab.... bisa kah kamu melakukan itu?
Kamu jahat sangat-sangat jahat membiarkan aku seperti ini, membiarkan air mata ini terus keluar, membiarkan aku terpaksa tersenyum, bersandiwara seperti tak terjadi apa –apa.
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus